Apakah Anda Sudah Bersyukur?

1:26:00 AM

8 Januari 2011, pukul 6 pagi WIB kampus Sistem Informasi ITS sudah menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ada keramaian disana. Pagi itu mahasiswa mata kuliah Keterampilan Interpersonal sudah berkumpul untuk mengikuti final project untuk mata kuliah ini. Final project yang menurut pandangan saya cukup aneh awalnya, namun membuat saya tertantang. Mengapa?

 Final project Keterampilan Interpersonal ini dinamakan Amazing Race, dari namanya saja AMAZING sudah membuat saya tertarik. Apalagi setelah melihat aturan yang diterapkan. Peserta final project tidak boleh membawa dompet, handphone, KTM. Yang boleh dibawa hanya KTP, fotokopi KTM, alat tulis, notes, makanan dan minuman secukupnya dan uang yang sudah disediakan dari jurusan. Uang yang dibagi hitungannya adalah 5000 per anak. Tugas dari amazing race ini setiap kelompok yang sudah dibagi akan mengunjungi tempat yang sudah ditentukan jurusan. Ada yang di Rumah Susun Rungkut, kebun bibit, Masjid Cheng Ho, Gereja Katolik Santa Perawan Maria, dan masih banyak yang lainnya.

Setiap kelompok rata-rata membawa uang sejumlah 90ribu. Disini kami dituntut untuk berpikir bagaimana mengelola uang yang ada untuk sampai ke tempat tujuan. Semakin sedikit uang yang dipakai akan semakin menambah nilai untuk kelompok tersebut. Kesulitan yang ada yaitu bahwa kami hanya memiliki pegangan uang 90ribu yang harus dibagi untuk 17orang, lalu tidak adanya alat komunikasi.

Dalam kelompok saya, yaitu ular. Kami mendapat tujuan ke rumah susun di Rungkut. Kami awalnya berjalan sekuat mungkin sampai mendapat tumpangan. Awalnya kami kesulitan dalam mencari kendaraan, bemo yang dicegat untuk di carter memberi harga terlalu tinggi sehingga kami harus berpikir ulang dengan uang yang hanya 90ribu. Setelah terjadi kebuntuan dalam negosiasi harga dengan bemo, datanglah pick-up. Kami mencoba memberhentikannya dan bertanya apakah dapat menumpang sampai ke Rusun di Rungkut. Dan kami beruntung saat itu, sopir pick-up tersebut memberikan ijin. Sesampainya di tempat tujuan, yaitu Rusun kami ingin memberi sedikit uang untuk sopir tersebut, namun beliau menolaknya dan melanjutkan perjalanan.

Di tempat tujuan, kami diberi sebuah clue untuk mendapatkan tugas selanjutnya. Stelah memecahkan clue yang ada akhirnya kami mendapat tugas selanjutnya dalam sebuah amplop. Dalam amplop tersebut berisi sbuah pesan, "Selamat kalian sudah menemukan saya :D tugas kalian selanjutnya adalah pasir waktu"

Terjadi kebingungan dalam mengartikan pesan tersebut. Kami mengingat bahwa ada pembelajaran pasir waktu saat kuliah keterampilan interpersonal dulu. Nah, disitulah mulai kami mengambil langkah. Awalnya kami mengira itu adalah sebuah benda yang harus dicari, namun setelah kami tidak berhasil menemukan apa-apa akhirnya kami berunding kembali. Saat itu juga kami berkesimpulan bahwa yang dimaksud pasir waktu bukanlah sebuah benda tapi merupakan pembelajaran bagaimana kita dapat memanajemen waktu kita. Saat kelompok kami sudah memutuskan mengenai pembelajaran tersebut, kami mengalami kebimbangan karena pesan yang menurut kami sangat rancu. Kelompok kami sangat takut jika apa yang sudah kami simpulkan itu salah, karena mungkin kami terbeban dengan yang namanya final project, takut mendapat nilai yang jelek. Tapi akhirnya kami kuatkan tekad dan mempercayai apa yang sudah kami tetapkan. Untuk mendapat apa yang dimaksud pasir waktu itu kami berusaha mewawancarai penduduk sekitar mengenai pekerjaan mereka dan bagaimana mereka mengatur jadwal dalam pekerjaannya.

Kami menemukan bahwa orang yang mampu mengatur jadwal atau waktunya dengan baik maka iapun akan mendapat sebuah kemajuan dalam kehidupannya.

Setelah kami selesai dengan pasir waktu, kami mencoba berpikir lagi. Bagaimana kami bisa kembali ke jurusan dari Rusun? Kami mencoba lagi cara yang kami pakai tadi. Kami berjalan sampai menemui jalan utama dan sambil berusaha mencari tumpangan. Tak disangka ditengah keisengan kami mengacungkan tangan untuk mendapat tumpangan, ada sebuah truck yang berhenti dan kami bertanya tujuan truck tersebut. Dan beruntung! Truck tersebut bertujuan ke ITS karena ada pekerjaan di Teknik Elektronika. Akhirnya kami ikut menumpang sampai di Sistem Informasi ITS. Kami akhirnya tidak mengeluarkan uang sepeserpun dalam perjalanan ini. Dan banyak dari kami yang mendapat pengalaman baru, mulai dari yang tidak pernah naik pick-up sampai truck.

Akhirnya saya bisa mengambil salah satu pelajaran, yaitu apakah kita sudah bersyukur?
Dari semua fasilitas yang kita miliki apakah kita sudah bersyukur dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan kita? Mungkin kita hanya menggunakan sekedarnya saja bahkan kita menuntut lebih padahal hal itu tidak kita butuhkan. Bayangkan, masih banyak saudara kita yang kekurangan yang masih belum beruntung seperti kita.
Nah, dari amazing race salah satunya kita belajar untuk memanfaatkan fasilitas yang memang kita miliki dan memaksimalkannya. Dan tentunya jangan lupa untuk bersyukur.

God Bless 

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images