Setiap Orang Indonesia Bisa Makan #1000StartupDigital

Setahun yang lalu saya bertemu dengan orang aneh yang punya impian besar. Dia punya impian supaya setiap orang Indonesia bisa makan, Ko Yansen namanya, CEO Kibar Indonesia. Pertemuan di StartSurabaya itu benar-benar melekat di mind set saya. Hingga kini semangat untuk bermanfaat dan memberi nilai menjadi dasar bagi saya untuk membangun Startup.

Semangat itu kembali berkibar di Gerakan 1000 Startup Digital di Surabaya. Ignition 1000 Startup Digital di Surabaya kemarin merupakan salah satu pengalaman keren, para founder Startup berkumpul, tidak hanya dari Surabaya tapi juga ada yang dari kota lain. Sama-sama punya tujuan untuk menjadi problem solver, bayangkan ketika semangat dari gerakan ini semakin bergulir di individu para pemuda Indonesia. Saya yakin Indonesia bisa menjadi dampak bagi dunia yang lebih baik!

Selamat Garuda Jaya!

AFC
Masih hangat bagi kita euforia juara Garuda Jaya di Piala AFF u-19, kemarin malam (12/10) muncul euforia baru menyelimuti setiap pecinta sepakbola tanah air, mengalahkan tim Korsel u-19 dan lolos langsung ke Piala AFC u-19 tahun depan di Myanmar. Lolos dengan nilai sempurna, menyapu bersih kemenangan di babak kualifikasi.

We Are The CHAMPIONS

AFF


Hari Minggu,  22 September 2013 akhirnya dahaga itu pun dibasuh air segar. Indonesia u-19 juara piala AFF u-19, Garuda Jaya pun bersiap terbang tinggi.Ya doa itu akhirnya terkabulkan, semangat dan dukungan rakyat Indonesia yang tak pernah berhenti meskipun mungkin sedikit letih dengan carut marutnya pengurus PSSI yang tidak becus dan mementingkan perut sendiri. Mari kita syukuri kemenangan ini dan tetaplah mendukung serta berdoa untuk perkembangan pemain-pemain muda ini.

 

Dan jangan lupa kalau ini baru kompetisi junior, perjalanan untuk para pemain muda Indonesia ini masih sangat panjang. Jangan hanya sekedar mengejar kemenangan di level junior ini, pemain juga masih bisa berkembang, pengalaman bertanding, mental harus terus diasah. Kalau hanya berhenti disini saja maka juara di piala AFF u19 ini hanyalah kesia-siaan belaka.

Bertumbuh dan teruslah berkembang Garuda Jaya!

Apa solusi yang baik untuk sepakbola Indonesia?

AFF

AFFu19 2013 Indonesia menjadi tuan rumah, ini partisipasi yang ketiga kalinya. Ekspektasi tinggi digaungkan untuk timnas Indonesia u19, yaitu menjadi juara. Entah dari sudut pandang mana ekspektasi ini muncul, media pun mulai gembar-gembor optimis dengan kekuatan timnas (itu dari media yang aku baca sih, mungkin saja beda dengan bacaan kalian). Pelatih Indra Sjafri dikabarkan telah keliling daerah-daerah untuk mencari bibit muda Indonesia. Mungkin dari beberapa rangkaian uji coba yang dilakoni ekspektasi besar itu muncul. Hasil imbang lawan UEA u17 yang sebelumnya menghancurkan Malaysia u19 dengan skor 2-4. Tidak hanya dari uji coba itu saja, hasil skor mencolok dari uji coba lain yang dilakukan timnas Indonesia u19 mungkin juga ikut mendongkrak ekspektasi. Atau mungkin juga prestasi dari kelompok umur sebelumnya, ketika mereka masih di u17?

Masa Depan Sepak Bola Indonesia


Sebuah ironi, tragedi, kecelakaan atau apalah itu masih banyak kata-kata yang mungkin keluar dari pikiran dan perkataan kita akan kekalahan telak Timnas Indonesia atas Bahrain kemarin. Dari stu banyak juga yang mulai menghujat kepengurusan PSSI sekarang, mulai dari dualisme kompetisilah, yang main timnasnya IPL lah dan sebagainya. Atau ada juga yang sebagian besar mengkambing hitamkan pengadil lapangan. Sebuah kekecawaan, ya kekecawaan yang keluar dari rasa cinta yang mungkin amat dalam dan kepedulian atas sepak bola Indonesia. Namun, ada juga yang sekedar dengan angin lalu mencibir,"ya gitulah Indonesia sepak bolanya, dari dulu sampai sekarang" bagi saya ini hanya sebuah perkataan orang yang memang tidak terlalu peduli dengan persepak bolaan Indonesia. Namun, seperti kata Ferdinan Sinaga dalam akun twitternya @SinagaFerdinand "Jika kalian tak bisa menerima ketika kami kalah, jangan pernah bersorak ketika kami menang" Sebuah perkataan yang memang benar adanya, sebagai suporter dan pendukung setia (dalam arti yang sebenar-benarnya) kita sebagai pemain kedua belas harus mampu tetap berdiri tegar dan mendukung!

Semangat Bapak Tukang Loak

Ibu saya punya langganan untuk meloakkan koran atau barang-barang yang sudah tidak pernah terjamah di gudang. Suatu hari beliau pernah cerita kepada saya.
Ibu saya sedang bercakap-cakap dengan tukang loak itu. Karena sudah langganan si tukang loak itu juga bercerita sedikit tentang keluarganya. Di tengah percakapan tukang loak itu berbicara demikian,"Bapaknya sekarang boleh cuman jadi tukang loak. Tapi nanti anak saya harus sekolah tinggi supaya bisa merubah hidup keluarga."
Ini adalah cerita lama, sekitar 2-3tahun yang lalu. Namun saat itu saya hanya menanggapi dengan angin lalu. Masuk telinga kanan keluar lagi telinga kanan.

BANGGALAH DENGAN NEGARAMU

Tahun 2010, Desember lalu. Mungkin ada sebagian yang masih merasa pahit atas kekalahan di final piala AFF 2010. Kejuaraan sepak bola tingkat Asia Tenggara, 4 kali Indonesia maju ke final dan 4 kali pula gagal menyabet gelar juara. Namun, kita cukup bangga dengan penampilan Timnas Indonesia saat final kemarin, tampil dengan semangat juara meskipun kenyataan berkata lain, itulah sepak bola.

Meskipun begitu kita tidak perlu meratapi kekalahan yang ada. Sikapi dengan dewasa dan tentu saja belajar dari kekalahan ini. [PESAN DARI SAYA UNTUK PSSI : BELAJARLAH DARI KEKALAHAN DAN KEGAGALAN INI, JANGAN ANGKUH DAN TUTUP MATA MAUPUN TELINGA. LAKUKAN PERUBAHAN YANG BERARTI]
Namun, sebagai bangsa Indonesia kita harusnya mampu berbangga. Kenapa?
Karena Indonesia punya segudang prestasi di Tahun 2010 kemarin.

Campur Tangan Yang Merugikan

Timnas Merah Putih sepertinya selalu direcoki kepentingan non teknis. Kali ini perseteruan antara PSSI dan LPI. Kita tahu PSSI sangat ketakutan kalah pamor dengan ISL "nya" vs LPI. Sehingga PSSI dengan menghalalkan segala cara, maupun alasan untuk menghambat dan menghentikan kompetisi tandingan yang bernama LPI.Sebagaimana kita ketahui LPI yang di gagas miliarder Arifin Panigoro dalam kompetisinya akan memberi dana berkelimpahan kepada klub sehingga klub tersebut tidak bergantung lagi pada dana APBD. Lalu LPI juga menjanjikan akan menganut fair play dengan mendatangkan wasit berkualitas internasional. Namun sayang, niatan dan gagasan yang baik ini justru terhambat oleh induk persepakbolaan Indonesia sendiri. Niat yang sama-sama ingin memajukan sepak bola Indonesia justru dipandang lain oleh PSSI. PSSI takut karena selama ini mereka telah jatuh nama"nya" di mata orang-orang Indonesia. Bagaimana itu terjadi?

GARUDA TERBANGLAH TINGGI

Belum pernah timnas Indonesia tampil secermalang saat ini. Lolos ke semifinal Piala AFF sebagai juara grup lewat tiga kemenangan. Dengan catatan gol 13 memasukkan dan kemasukan 2, juga dengan sedikit kartu kuning. Namun, semua itu belum istimewa jika "Merah Putih" belum ke final dan tercatat dalam sejarah jika Indonesia juara pada 29 Desember 2010.

Like us on Facebook

Flickr Images